PAHALA DAN BAROKAH

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Pelajaran Ilmu Gaib

Sabtu, 07 November 2009

Pelajaran tentang daya-daya ghaib manusia dan alam yang belum banyak diketahui dapat dibagi dua bagian yaitu :
a. Ilmu ghaib yang bersifat theori
b. Ilmu ghaib yang diamalkan (occultisme praktis)
Ilmu ghaib atau occultis menurut sifatnya dibagi menjadi 2 bagian yakni :
a. Ilmu ghaib yang bersifat Rohaniah (kebatinan)
b. Ilmu ghaib yang bersifat magis.
Golongan kedua yang bersifat magis,umum membedakan 2 golongan, yakni :
• Magis putih (white magic)
• Magis hitam( black magic)
Sebetulnya magis putih dan magis hitam itu sama, hanya sifat penggunaannya yang berbeda. Bila ilmu magis digunakan untuk menolong sesame tanpa pamrih dan demi kedamaian dan kesejahteraan umum, maka magis tersebut “magis putih” tetapi sebaliknya magis tersebut disalah gunakan untuk mencelakakan orang lain yang tak bersalah demi kepentingan pribadi, maka ilmu tersebut disebut “ilmu hitam” atau magis hitam.

Ilmu ghaib bersifat magis ini antara lain :
1. Magnetisme :Yaitu ilmu ghaib yang menggunakan prana atau daya hidup sebagai kekuatan dan daya penyembuhan.
2. Hypnotisme : Yaitu ilmu yang menggunakan sugesti untuk peniduran (sirep) Ilmu ini ada ada juga yang menyebut “ ilmu penggendam”.
3. Astrologi : Yaitu ilmu perbintangan untuk menyelidiki nasib dan watak orang.
4. Ilmu Nujum : Yaitu ilmu yang menggunakan kartu atau alat-alat lain untuk “meramal nasib” seseorang.
5. Telepati : Yaitu ilmu mengirimkan kekuatan atau perasaan dari jarak jauh, dengan mempergunakan kekuatan pikiran, tanpa memakai ucapn-ucapan ataupun alat-alat hubungan yang lain.
6. Clairvoyance : Ialah ilmu “ Rampung penglihatan” atau bahasa jawanya : Weruh sadurunge winarah” yang artinya = Tahu sebelumnya diberitahu, yang berarti mengetahui hal-hal yang belum terjadi atau yang sedang terjadi, yang ada ditempat yang jauh.
7. Somnabulis : Ialah “ Tidur jalan” atau berjalan-jalan sambil tidur. Jadi sekalipun mata terpejam dapat mengetahui/melihat alam sekelilingnya.
8. Medium : ialah “ Prewangan “ atau perantara antara dunia ghaib dan dunia nyata. Roh makhluk halus menempati tubuh orang hidup.
9. Chirologi : Ialah ilmu membaca “ Garis tangan/rajah tangan” umtuk mengetahui nasib hidup seseorang.
10. Rajah : Ialah sejenis mantera yang ditulis di sesuatu benda seperti kertas, kain dan sebagainya, digunakan sebagai jimat. Cara penulisan rajah ini dilakukan dengan konsentrasi mutlak pada kekuatan ciptaannya, yang daya pokoknya sesuai dengan apa yang diingini oleh si pembuat.
11. Ilmu Kerawuhan : Adalah istilah “ Semi Kodrati” menyalahi hokum tata cara pikiran sadar yang umumnya dilakukan oleh dukun-dukun, medium-medium dengan cara memanggil nama roh yang dikehendaki untuk kemudian dengan resonansi atau tingkat kehalusan (kontag rasa) dari bawah sadar sampai meyentuh dan memancar kepada alam bawah sadar samapi menyatu dengan sifat, watak, tabiat, bahasa, kekuatan dan kemampuan roh yang dikehendaki.
12. Jaelangkung : Ialah cara permainan memanggil roh-roh gentayangan (nyawa orang mati yang saat meninggalnya belum ingin mati/belum saatnya mati, karena sesuatu hal ia harus mati).
13. Pengasihan : Ialah dari salah satu dari ilmu “Puja Mantra” (Mantera yang dikuatkan dengan cara berprihatin). Yang khasiatnya dari mantera pengasihan ini mampu mempengaruhi “alam bawah sadar” orang dikehendaki, sehingga orang tersebut “ Terpengaruh dan jatuh cinta”.
14. Susuk : Adalah bila sesuatu benda (seperti emas, perak, yang diberi kekuatan dengan sugesti secara khusus oleh orang yang mempunyai kekuatan ghaib (sakti) dan benda yang sangat kecil tersebut dimasukkan dibawah permukaan kulit “ Orang yang meminta susuk” sehingga orang tersebut ikut mempunyai kekuatan ghaib. Ada susuk untuk pengasihan, ada susuk untuk kekebalan.
15. Sirep : Adalah ilmu yang berdasarkan kekuatan cipta dan mantera yang digunakan untuk menidurkan orang secara paksa.
16. Guna-guna : Adalah suatu kekuatan yang dihasilkan dari kekuatan “ Sugesti mental” untuk suatu tujuan mempengaruhi dan mencelakakan orang lain.
17. Teluh : Atau Tenung atau Leak adalah suatu kekuatan ghaib yang cara pelepasanya dengan bantuan roh halus untuk membunuh atau mencelakakan orang lain dari jarak jauh tanpa diketahui oleh seseorang.

Untuk mendapatkan atau berhasil dalam mempelajari ilmu ghaib, khususnya yang bersifat magis, kita harus berpuasa atau tapa brata atau bahasa jawanya ngalakoni. Pada jaman dahulu kesaktian di dapat tidak dengan begitu saja tetapi mereka mendapatkannya dengan jalan bertapa. Bahkan Rasul pun sebelum menerima wahyu sering melakukan tirakat di suatu gua, demikian juga halnya dengan para wali/ para sunan, seperti : Sunan Bonang, Sunan Giri dan Sunan-sunan yang lainnya yang terkenal dengan sebutan wali songo.
Berpuasa itu sendiri tidak hanya sekedar tidak makan dan tidak minum selama waktu yang telah ditetapkan. Tetap berpuasa haruslah dari lahir sampai bathinnya juga. Tidak ada gunanya kita berpuasa sampai berhari-hari tetapi batin kita penuh dengan segala hawa nafsu, penuh dengan dendam dan kebencian. Bila kita berpuasa, pikiran dan batin kita harus bersih dan suci, sopan dan menghormati sesame, tanpa rasa dendam dan kebencian. Dan kita tidak boleh sombong, munafik dan fanatic. Selain itu harus suka menolong terhadap siapa saja yang memerlukannya, sesuai dengan kemampuan kita. Dalam berpuasa juga harus disertai dengan rasa sumarah atau pasrah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.
Beberapa laku untuk syarat suatu ilmu magis antara lain:
1. Puasa : Tidak makan tidak minum dan menutup segala perbuatan-perbuatan yang tidak baik.
2. Ngrowot : Hanya boleh makan dari makanan jenis ketela atau sayuran.
3. Mutih : Berprihatin dengan hanya makan nasi putih dan minum air putih saja tanpa gula dan garam.
4. Ngebleng : Tidak keluar dari kamar selama berprihatin, tidak makan dan tidak minum.
5. Patigeni : Tidak makan tidak minum dan tidak tidur, harus di kamar gelap selama berprihatin.
6. Ngalong : Hanya boleh makan dari jenis buah-buahan saja (seperti kalong).
7. Ngidang : Hanya boleh makan daun-daunan dengan tangan diikat. Pengambilan makanan dengan mulut.
8. Nglowong : Salah satu priahtin tidak boleh makan dan minum,serta tidak boleh tidur, tetapi boleh berada di luar rumah.
9. Ngepel : Salah satu cara berprihatin yang cara makannya serba di kapal.
10. Mendem(ngluweng) : Bertapa di dalam lubang (tanah yang digali) tidak makan dan tidak minum.
11. Ngasrep : Hanya boleh makan makanan yang dingin dan makanan yang dingin, tanpa bumbu atau rempah-rempah.
12. Nguda-uda : Mengurangi makan dan minum dan selalu bertindak kebajikan (kebaikan), membersihkan hati,dengan jalan bertobat dan membaca mantera puji-pujian untuk Tuhan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Berita Terbaru